Tulisan Tak Berjudul

Pemandangan yang tampak hanya abu-abu, samar bagai berkabut, juga pasir dan bangunan, ah…bahkan pohon yang mirip kurma itu. Memang cukup asing atau bahkan aneh buatku saat itu. Bagaimana tidak, nuansa Arab dari yang sebelumnya cuma lihat di layar tivi dan nampak normal kini ada di sekelilingku dengan sesuatu yang ganjil.

Aku berjalan di satu sisi bangunan, pada sebuah trotoar rapi dan bersih. Sementara mataku memandang kearah depan beberapa jarak, nampak orang-orang berjubah khas Arab berjalan membelangiku ke arah sebuah pintu bangunan. Sesampai langkahku mendekat sebuah bentuk kotak tanaman yang seolah bertengger di atas trotoal dan agak menghalangi jalan yang didalamnya terdapat sebuah tanaman, mungkin korma kali ye, tiba-tiba, tidak jauh dari kotak tanaman itu agak ke kanannya terdengar suara “disinilah dulu Rasul S.A.W pernah rebahan”. Tak ada sosok pemilik suara itu, tapi sepertinya dari sebelah kiriku, dan perasaanku seolah-olah sebuah sosok kaki yang menunjuk, ah kalau dipikir-pikir rasanya tidak sopan ya, tapi itulah nuansa perasaanku saat itu. Seketika setelah itu dari jarak yang tidak begitu jauh, mungkin empat meteran, aku melihat seseorang berjubah khas Arab sedang merebahkankan diri, badannya miring ke arah kiri ke arahku, kaki kiri lurus searah badan, dan kaki kanan agak diangkat bersilang menumpang ke dengkul kiri , sementara posisi tangan, aku kurang jelas, mungkin tangan kirinya memegang dagu, Ah sayang Aku tidak begitu jelas memandang karena cuma searah perspektif dari bawah dagu saja, beliau sedang menengadah memandang mega, seperti sedang memuji keagungan Ilahi. Yang aku lihat jelas hanya sebatas dagu dan pipi. Dagunya lancip (maaf mungkin mirip dagu paramitha rushadi), tertutup bulu tebal sama rata yang memutih bagai kapas.

Tiba-tiba, aku tersadar. Oh aku ternyata baru bermimpi. Tapi mimpi ini teramat istimewa bagiku. Ya aku baru saja mimpi melihat Rasul. Rasul yang aku rindukan setiap saat. Yang selalu Aku mintakan doa pada Allah S.W.T supaya dapat dipertemukan walau hanya dalam mimpi.

Kenapa aku harus percaya mimpi ?

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku. (Shahih Muslim No.4206)

  • Hadis riwayat Abu Qatadah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar (hak). (Shahih Muslim No.4208)

  • Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:
    Dari Nabi bahwa beliau bersabda: Ketika kiamat telah mendekat, mimpi seorang muslim hampir tidak ada dustanya. Mimpi salah seorang di antara kalian yang paling mendekati kebenaran adalah mimpi orang yang paling jujur dalam berbicara. Mimpi orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian. Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok: Mimpi yang baik, yaitu kabar gembira yang datang dari Allah. Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang datang dari setan. Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaknya dia bangun dari tidur lalu mengerjakan salat dan hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. Beliau berkata: Aku gembira bila mimpi terikat dengan tali dan tidak suka bila mimpi dengan leher terbelenggu. Tali adalah lambang keteguhan dalam beragama. Kata Abu Hurairah: Aku tidak tahu apakah ia termasuk hadis atau ucapan Ibnu Sirin. (Shahih Muslim No.4200)

Ya Allah, Aku memohon lain kali berikanlah pula mimpi-mimpi yang bisa mengobati kerinduanku pada Rasul pujaan. Amin.

Mei Awal 2008

1 Komentar »

  1. duuuh yang curhaaaat,hehehe…

    gue pancoranz nih

    salam,
    nure:mrgreen:

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: