Film Melecehkan Islam di GlobalTV

Rabu malam 11 Februari 2009 pukul 20.00 saya menonton film di layar Globaltv,  judulnya “Air Marshal”. Bercerita tentang drama pembajakan dalam pesawat terbang.

Film ini melecehkan Islam & Nabi Muhammad SAW

Awal-awal cerita disuguhkan dialog-dialog ringan antara penumpang berwajah bule dengan orang tampang Arab. Sesekali ada canda tawa, kadang ada doa manakala ada cerita menakutkan sekitar dunia penerbangan.

Cerita berlanjut dengan aksi pria-pria arab yang mulai melakukan pembajakan. Dengan kejam pembajak menembak asal-asalan, disisi lain, penumpang digambarkan sebagai orang-orang yang taat selalu berdoa.

Seperti umumnya film murahan Amerika, jalan cerita mudah ditebak, Sang jagoan  dengan kecerdikannya ditambah faktor keberuntungan -yang juga ala Amerika- tampil membasmi satu persatu teroris Arab tersebut. Jadi karena sudah menebak jalan ceritanya, saya gak perlu sampai selesai menontonnya. Gak asik ah.

Satu hal yang membuat saya gak mau meneruskan menonton film ini, Nuansa yang menyudutkan Islam. Cobalah simak nama-nama yang disandang oleh para teroris itu, ada Ahmed, ada Mohammed, entah apa lagi yang lain, saya lupa karena keburu muak. Apalagi saat ada background suara orang seperti mengaji, maka televisi langsung saya bunuh power-nya.

airmarshal

Super Hero Beraksi

Kalau dipikir-pikir, apa gak ada nama lain selain nama Ahmed & Mohammed. Menurut saya ini memang sengaja dibuat oleh barat sebagai propaganda yang menyudutkan Islam dan nabinya. Yang jelas mereka pasti tahu bahwa dua nama itu mengacu pada orang yang sama, Nabi Muhammad SAW. Dalam film ini juga terkesan membanding-bandingkan dua agama, dimana Agama yang satu sebagai agama kasih ditunjukkan dengan orang-orang berdoa dan seolah-olah sedang tertindas oleh orang Islam yang digambarkan sebagai kriminal. Waduh.

Untuk menggambarkan bagaimana tersinggunya hati orang islam kita bisa dengan membuat perandaian. Perandaian yang bagaimana? Begini, andai saja kita  diajukan sebuah pertanyaan dari orang non muslim, misalkan seorang kristen -maaf gak ada maksud aneh, cuma perbandingan-  bertanya pada orang Islam, “Kenapa sih cuma karena nama yang kebetulan sama dengan Nabi Anda, koq sebegitu marahnya?”, mungkin saja Saya akan jawab, “Seandainya nama panggilan para terorist itu Petrus, Paulus atau bahkan Jesus christus, apakah Anda tidak akan tersinggung ?”

Tapi yah, apa mau dikata, film sudah dibuat dan hal yang berkaitan dengan isinya mencerminkan cara berpikir para pembuatnya. Kita mau protes juga pada siapa dan siapa pula yang peduli. Lha ini juga film udah usang alias produksi lama. Kita cuma bisa mengurut dada sembari berdoa semoga Agama Allah ini selalu terlindung dari fitnah para Dajjal. Kita harus selektif lagi menonton tayangan televisi terlebih lagi tayangan pada sore hari dimana masih banyak anak-anak yang turut menonton.

Terkait masalah selektif menonton tayangan televisi, kita sepertinya bicara melulu pada sisi pemirsa. Selalu menuntut pemirsa untuk bisa memilah mana baik dan cocok. Kalau pemirsanya orang mengerti atau bahkan orang kritis mungkin masuk akal, lalu bagaimana dengan orang awam yang malahan merupakan mayoritas. Kalau rata-rata stasiun televisi menayangkan acara yang gak mutu, yang hanya mengejar rating permirsa, lantas apa lagi yang bisa ditonton ?

Contohnya film yang saya sebutkan diatas, saya gak tahu apakah pihak Globaltv ini kebobolan, kebobolan karena menganggap apabila harus menonton film terlebih dahulu sebelum tayang adalah hal yang membuang waktu, atau sebenarnya sudah ada tim personal pemantau namun gak sensitif karena diotak yang terpikir cuma duit, duit dan duit.

Oleh sebab itu saya menghimbau, Kalian stasiun televisi harus pula berlaku sama seperti halnya pemirsa, yang dituntut selektif menonton acara televisi, Andapun harus selektif menayangkan acara. Itu baru adil.

7 Komentar »

  1. Om Shani said

    Wach saya tidak kaget mas kalo film amerika ngelecehin Islam n Arab secara khusus…..Saya justru kaget kalo ada film Amerika nampilin film yang jagoannya itu orang Arab secara mutlaq

  2. Saya sih bukan kaget sama filmnya, cuma heran sama Stasiun TV nya….

  3. Wah, yang salahada dua :
    1. Salah stasiun TV nya, memang global TV propaganda media asing.
    2. Salah kita sendiri, kenapa menonton acara yang tidak bermanfaat.
    salam kenal mas

  4. hehehe pak abu nih…kalo gak nonton filmnya sih mungkin artikel ini gak ada juga donk….

  5. angela said

    iya sih,amrik holiwud yahudi khan gitu,suka bolak balikin fakta,vietnam tuh ada rembo yg menangan tp liat benarnya,amrik kalah di sono,entar lg jg hancur tuh yahudi amrik,ekominya khan lg morat marit,liat mereka sedang menuju kerapuhannya,di afghanistan mereka sekarang ini lagi bingung,sampe2 mau minta tolong sm musuhnya sendiri (rusia),itulah sebenarnya mereka k0boi cengeng

  6. noe said

    yahhh…
    emang holiwut begono mas
    idem ma mbah angela

    pokonya propaganda banget

    >Untuk menggambarkan bagaimana tersinggunya hati orang islam kita bisa dengan membuat perandaian. Perandaian yang bagaimana? Begini, andai saja kita diajukan sebuah pertanyaan dari orang non muslim, misalkan seorang kristen -maaf gak ada maksud aneh, cuma perbandingan- bertanya pada orang Islam, “Kenapa sih cuma karena nama yang kebetulan sama dengan Nabi Anda, koq sebegitu marahnya?”, mungkin saja Saya akan jawab, “Seandainya nama panggilan para terorist itu Petrus, Paulus atau bahkan Jesus christus, apakah Anda tidak akan tersinggung ?

    gak usa perandaian, liat aja kasus da vinci code
    ^_^v

  7. tehmanispanas said

    sepertinya memang menggali hal yang baik dari tv (apa aja) sudah ga bisa, ibarat tv tuh sampah maka susah cari barang bagus disitu….

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: